Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
opinikoe.id opinikoe logo dark mode opinikoe.id

Sumber Wawasan, Sejarah & Edukasi Indonesia

opinikoe.id opinikoe logo dark mode opinikoe.id

Sumber Wawasan, Sejarah & Edukasi Indonesia

  • Serba Serbi
  • Tutorial
  • History
  • Traveling
  • Blogging
  • Serba Serbi
  • Tutorial
  • History
  • Traveling
  • Blogging
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 1
Istana Pagaruyung Batusangkar tahun 1989

Ranah Minang adalah sebutan atau istilah untuk tanah Minangkabau. Jika berkaitan dengan orangnya, bahasanya ataupun keseniannya maka istilah yang digunakan adalah “Minang”. Namun jika berkaitan dengan wilayahnya, asalnya yang digunakan adalah istilah “Minangkabau” atau “Ranah Minang”. Sedangkan, Istilah “Padang” lebih tepat digunakan sebagai trademark perdagangan seperti rumah makan padang, nasi padang, rendang padang, sate padang dan lainnya yang berada diluar Ranah Minang.

Ranah minang sangat terkenal dengan kulinernya yang sangat lezat dan menggoda selera, sebut saja randang padang, gulai kepala ikan kakap, dendeng batokok, gulai itiak, dan lain-lain. Sehingga rumah makan padang sangat mudah kita temui baik diindonesia maupun diluar negri. Salah satu kuliner Ranah Minang pun sudah dinobatkan sebagai makanan terlezat didunia yaitu Rendang Padang.

Table of Contents

Toggle
  • Potret Ranah Minang Tempo Dulu
    • Related

Potret Ranah Minang Tempo Dulu

Ranah Minang memiliki negri nan elok, subur dan hijau. Jika sobat berkunjung jangan lupa untuk menikmati destinasi wisata alam nan asri. Keasrian alam Minangkabau sudah terjaga dari sejak dulunya, yang bisa kita lihat dalam potret ranah minang tempo dulu pada foto jadul berikut ini :

Potret Ranah Minang Tempo Dulu 2
Terminal Bemo di Pasar Atas Bukittinggi, tahun 1970-1985 Potret Ranah Minang Tempo Dulu
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 3
Peresmian Universitas Andalas, 13 September 1956
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 4
Terminal Bus Lintas Andalas, Padang, tahun 1970-an
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 5
Benteng Fort de Kock Bukittinggi tahun 1970-an
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 6
Masjid Taluak, Kabupaten Agam, tahun 1900-1911
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 7
Istana Pagaruyung Batusangkar tahun 1989
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 8
Restaurant dengan bangunan ber-arsitektur Minangkabau di Belanda, tahun tidak diketahui
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 9
Bus ALS, September 1978 Potret Ranah Minang Tempo Dulu
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 10
Bandara Tabing Padang tahun 1976 Potret Ranah Minang Tempo Dulu
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 11
“Padati” di Bukittinggi tahun 1930-1960, lokasi detail tidak diketahui
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 12
Suasana kampung dekat Jam Gadang, 1971
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 13
“Pacu Kudo” di Batusangkar tahun 1900-1930
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 14
Suasana pasar di Bukittinggi tahun 1930-an
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 15
Perjalanan padati, Padang Panjang – Bukittinggi, tahun 1892-1905
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 16
Mesin giling tempo dulu, tahun 1900-1920, Sumbar, lokasi detail tidak diketahui
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 17
Matua (Matur), Agam, 1920-1940 Potret Ranah Minang Tempo Dulu
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 18
Rumah Gadang di Solok, tahun 1910-1930
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 19
Masjid Jami’ Sariak, “Sungai Pua”, Kabupaten Agam, tahun 1900-1923
Potret Ranah Minang Tempo Dulu 20
Bus ANS, Bukittinggi-Sawahlunto, tahun 1960-1975

Bagaimana sobat Potret Ranah Minang Tempo Dulu….kekhasan adat istiadat, dan rumah gadang masih terjaga hingga saat ini. Semoga informasi ini bermanfaat buat sobat semua.

Share this:

  • Post

Related

Tags:

Indonesiaranah minangTravel
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Green Canyon Indonesia (Pangandaran JaBar) 41
Previous

Green Canyon Indonesia (Pangandaran JaBar)

Kenali Suasana Hati Kucing dari Gerak Ekornya.
Next

Kenali Suasana Hati Kucing dari Gerak Ekornya

2 Comments
  1. Daida says:
    07/05/2017 at 07:19

    Wuihhhh…kalo gini jadi ingat nasi Padang yang paling saya suka, tapi saya belum pernah makan yang namanya nasi Padang dikota asalnya langsung, kayaknya bakalan mantappp gan

    Reply
  2. uda says:
    18/07/2017 at 03:03

    Di padang tidak ada restoran masakan padang, adanya restoran ampera

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — opinikoe.id. All rights reserved.

Loading Comments...