Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
opinikoe.id opinikoe logo dark mode opinikoe.id

Sumber Wawasan, Sejarah & Edukasi Indonesia

opinikoe.id opinikoe logo dark mode opinikoe.id

Sumber Wawasan, Sejarah & Edukasi Indonesia

  • Serba Serbi
  • Tutorial
  • History
  • Traveling
  • Blogging
  • Serba Serbi
  • Tutorial
  • History
  • Traveling
  • Blogging
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
History

Menguak Misteri Gunung Penanggungan: Gunung Suci Bertabur Ratusan Candi

By Cikasur
09/05/2018 4 Min Read
0
Misteri Gunung Penanggungan

“Misteri Gunung Penanggungan”– Indonesia tidak pernah kehabisan cerita tentang kemegahan alam yang dibalut dengan kisah sejarah masa lalu. Salah satu destinasi yang menyimpan sejuta pesona dan teka-teki adalah Gunung Penanggungan. Bagi masyarakat Jawa Timur, gunung berbentuk kerucut ini merupakan salah satu tengara alam paling mencolok yang mendominasi pemandangan di sisi selatan jika kita melihatnya dari arah pantai utara Surabaya.

Meskipun ukurannya tergolong kecil untuk ukuran gunung berapi, daya tarik magis dan nilai historis yang tertanam di lereng-lerengnya membuat gunung ini tidak pernah sepi dari perhatian para petualang, sejarawan, hingga pencinta alam. Mari kita selami lebih dalam mengenai karakteristik geografis, sejarah, serta daya tarik wisata yang ada di gunung eksotis ini.

Table of Contents

Toggle
  • Karakteristik Geografis dan Status Vulkanologi
  • Sejarah Gunung Penanggungan: Replika Mahameru yang Suci
  • Situs Petirtaan Legendaris: Candi Jolotundo dan Candi Belahan
  • Edukasi Lingkungan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH)
  • Akses dan Transportasi Menuju Lokasi
  • Kesimpulan
    • Related

Karakteristik Geografis dan Status Vulkanologi

Secara geologis, Gunung Penanggungan adalah gunung berapi berjenis stratovolcano kecil yang saat ini statusnya sudah tidak aktif lagi. Gunung yang memiliki ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini berdiri tegak berdampingan dengan kompleks gunung berapi Arjuno-Welirang yang jauh lebih tinggi dan masih aktif di sebelah selatannya.

Proses terbentuknya Gunung Penanggungan di masa lalu dipicu oleh adanya aliran lava dari lubang angin di bagian lereng (flank vents). Aliran lava purba ini bergerak menuruni semua sisi gunung, disertai dengan endapan aliran piroklastik yang kemudian membentuk lapisan apron subur di sekitar kaki gunung. Berdasarkan peta geologi, usia batuan Gunung Penanggungan diperkirakan sama dengan Gunung Arjuno-Welirang dan Gunung Semeru.

Berdasarkan catatan dari Global Volcanism Program (GVP), setidaknya selama kurun waktu 1.000 tahun terakhir, tidak ada aktivitas vulkanik atau letusan yang tercatat dari gunung ini. Letusan terakhirnya diperkirakan terjadi sekitar tahun 200 Masehi, meskipun data mengenai kepastian tahun letusan tersebut masih dikategorikan sebagai spekulasi ilmiah yang belum pasti.

Sejarah Gunung Penanggungan: Replika Mahameru yang Suci

Situs arkeologi candi kuno peninggalan sejarah Gunung Penanggungan

Di balik fakta ilmiahnya, Misteri Gunung Penanggungan justru terletak pada nilai spiritualitasnya yang sangat tinggi di masa lampau. Dalam kosmologi Jawa Kuno, Gunung Penanggungan (yang dahulu dikenal dengan nama Gunung Pawitra) dianggap sebagai tempat yang paling suci. Masyarakat Jawa Kuno memandang puncak Penanggungan sebagai cerminan atau replika fisik dari Puncak Mahameru suci yang ada dalam mitologi Hindu.

Saking sucinya gunung ini, para arkeolog telah menemukan tidak kurang dari 81 situs arkeologi kuno yang tersebar di lereng gunung, terutama di sisi utara dan barat. Reruntuhan yang ditemukan berupa cagar alam, monumen, altar pemujaan, hingga petirtaan (tempat pemandian) suci. Garis waktu pembangunannya membentang sangat panjang selama lebih dari 5 abad, yakni mulai dari tahun 977 Masehi pada era Kerajaan Medang (Mataram Kuno) hingga tahun 1511 Masehi menjelang runtuhnya masa kejayaan Majapahit.

Secara historis, tempat ini merupakan situs ziarah yang sangat penting bagi para raja, pendeta, dan umat Hindu. Bahkan hingga saat ini, atmosfer spiritual tersebut belum sepenuhnya hilang. Beberapa penganut mistik Jawa (Kejawen), meditator, dan umat Hindu masih sering mendaki gunung ini untuk melakukan ritual pemujaan atau mencari ketenangan batin.

Situs Petirtaan Legendaris: Candi Jolotundo dan Candi Belahan

Mata air suci di situs purbakala Candi Jolotundo lereng Gunung Penanggungan

Bagi para peziarah atau wisatawan yang melakukan perjalanan ke puncak gunung, singgah di mata air suci yang dihiasi relief dan patung Hindu adalah sebuah ritual yang tak boleh dilewatkan. Di antara sekian banyak situs yang ada, dua tempat pemandian utama yang paling terkenal adalah Candi Jolotundo dan Candi Belahan.

  • Candi Jolotundo: Merupakan petirtaan kuno yang dibangun oleh Raja Udayana dari Bali sebagai bentuk cinta untuk putranya, Raja Airlangga. Tempat ini terkenal dengan kualitas airnya yang sangat jernih dan dipercaya memiliki khasiat awet muda.
  • Candi Belahan: Dikenal juga dengan nama Candi Sumber Tetek, situs ini merupakan tempat pemandian suci yang dihiasi oleh patung Dewi Sri dan Dewi Laksmi, di mana air mengalir keluar secara alami dari payudara patung tersebut.

Kedua situs ini merupakan contoh terbaik dari arsitektur dan seni pahat Hindu abad pertengahan yang masih tersisa di Nusantara. Walaupun lokasinya berada di medan yang cukup terjal dan menantang, keindahan arsitekturnya membayar tuntas semua lelah perjalanan.

Edukasi Lingkungan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH)

Jika Anda bergeser ke lereng bagian barat Gunung Penanggungan, Anda akan menemukan sebuah oasis hijau yang sangat santai dan edukatif bernama Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman. Tempat ini didirikan dengan misi khusus untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pertanian organik, sistem pengomposan mandiri, serta manajemen pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Bagi para pendaki pemula yang ingin menjelajahi jalur pendakian Gunung Penanggungan, Anda bisa menyewa pemandu gunung ahli di pusat edukasi ini dengan tarif sekitar Rp200.000 per hari. Sepanjang perjalanan mendaki, pemandu dengan senang hati akan menjelaskan berbagai jenis vegetasi lokal yang sering dimanfaatkan sebagai tanaman obat herbal tradisional.

Fasilitas di PPLH Seloliman sudah sangat memadai untuk menunjang kegiatan berlibur. Tersedia restoran yang menyajikan menu-menu makanan organik segar serta akomodasi pedesaan yang unik berupa bungalow cantik lengkap dengan konsep kamar mandi terbuka (outdoor). Tersedia juga fasilitas asrama (asrama backpacker) bagi Anda yang memiliki anggaran terbatas. Tempat ini sering kali disewa oleh kelompok rombongan anak sekolah untuk kegiatan edukasi alam. Meskipun terkadang suasana menjadi agak ramai saat rombongan sekolah datang, sebagian besar waktu di tempat ini menawarkan kedamaian yang luar biasa bagi jiwa Anda.

Akses dan Transportasi Menuju Lokasi

Akses mobilitas menuju kawasan lereng Gunung Penanggungan terbilang cukup mudah dan murah bagi para pelancong:

  1. Via Trawas: Anda bisa naik kendaraan umum atau transportasi lokal seperti minibus dari wilayah Trawas dengan tarif yang sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp8.000 saja.
  2. Via Pandaan: Jika Anda memulai perjalanan dari terminal atau stasiun terdekat di Pandaan, pilihan transportasi tercepat adalah menggunakan jasa Ojek motor dengan tarif kisaran Rp20.000 hingga ke titik lokasi PPLH atau pos pendakian awal.

Kesimpulan

Menjelajahi Misteri Gunung Penanggungan bukan sekadar aktivitas mendaki gunung biasa. Ini adalah perjalanan spiritual dan napak tilas sejarah melintasi waktu untuk mengagumi bagaimana nenek moyang kita menyelaraskan kehidupan mereka dengan alam. Keberadaan ratusan candi di lerengnya berpadu dengan sejuknya udara pegunungan menjadikan Penanggungan sebagai destinasi wajib bagi siapa saja yang ingin belajar sejarah sekaligus menikmati keindahan alam Jawa Timur.

Share this:

  • Post

Related

Tags:

Gunung PenanggunganIndonesiasejarah
Author

Cikasur

Follow Me
Other Articles
7 Mimpi yang Sering Dialami Banyak Orang
Previous

7 Mimpi yang Sering Dialami Banyak Orang

4 Tempat Angker di Bandung 1
Next

4 Tempat Angker di Bandung

No Comment! Be the first one.

    Leave a Reply Cancel reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Copyright 2026 — opinikoe.id. All rights reserved.

    Loading Comments...