Take a fresh look at your lifestyle.

7 Fakta Menarik Situs Gunung Padang

Situs Gunung Padang
7 Fakta Menarik Situs Gunung Padang

Situs Gunung Padang hingga kini masih menyimpan misteri yang belum terjawab. Sejak mendunia di tahun 2014 lalu, berbagai spekulasi yang cukup menghebohkan bermunculan di berbagai media. Mulai dari isu bahwa situs ini merupakan sisa-sisa peninggalan Benua Atlantis yang hilang, piramida terbesar dan tertua di dunia yang terpendam, hingga spekulasi bahwa Situs Megalitikum di Cianjur merupakan peninggalan peradaban paling awal dari semua peradaban yang ada di bumi.

Sampai saat ini semua itu masih menjadi misteri yang belum dapat di jawab secara pasti. Berbagai riset masih terus di lakukan untuk menemukan fakta-fakta ilmiah terbaru untuk mengungkap apa sebenarnya yang ada di balik Situs Gunung Padang ini.

7 Fakta Menarik Situs Gunung Padang

1. Situs Megalitikum Terbesar Di Dunia

Situs Gunung Padang memiliki luas 900 meter persegi pada bagian permukaan yang menjadi kompleks utama situs ini. Sebagian besar berupa batu-batuan vulkanik alami berbentuk persegi dan tersusun bertingkat-tingkat yang disebut dengan punden berundak. Gunung Padang juga di sebutkan sebagai situs megalitikum yang memiliki punden berundak paling besar di Asia Tenggara dan tidak menutup kemungkinan akan menjadi yang terbesar di dunia.

2. Situs Peninggalan Peradaban Manusia Tertua Di Bumi

Dari hasil berbagai riset terkini yang telah di lakukan baik oleh peneliti dalam Negeri di bawah TTRM (Tim Terpadu Riset Mandiri) maupun peneliti dari luar negeri, di temukan fakta-fakta yang membuktikan bahwa Situs Gunung Padang memiliki usia yang sudah sangat tua. Bahkan ada kemungkinan akan menjadi peninggalan peradaban yang tertua di bumi ! Bahkan yang lebih mengejutkan lagi yaitu adanya temuan pada kedalaman lapisan 5-12 meter yang di perkirakan berusia lebih tua dari 25.000 Tahun SM. (Sumber: Wikipedia)

3. Di Perkirakan Ada Bangunan Yang Super Besar

Jika kita coba mengulas kembali sejarah penemuan Candi Borobudur yang pada awalnya juga hanya tampak seperti bukit yang di penuhi dengan batu-batuan berukir di atasnya. Posisinya pun terlihat berantakan dan hanya terlihat ujung-ujungnya saja. Pada tahun 1814 Thomas Stamford Raffles yang pada masa itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Jawa mengerahkan 200 orang pekerja untuk membersihkan dan melakukan penggalian di bukit tersebut. Barulah kemudian keseluruhan bangunan Candi Borobudur mulai terlihat.

Begitu pula spekulasi para peneliti yang telah melakukan riset selama bertahun-tahun terhadap Situs Megalitikum kita yang ada di Cianjur, Jawa Barat ini. Berdasarkan temuan-temuan yang telah mereka peroleh di duga kuat bahwa di bawah permukaan seluas 900 meter persegi ini terdapat bangunan terpendam yang ukurannya jauh lebih besar. Dr. Ali Akbar seorang peneliti prasejarah dari UI yang juga merupakan ketua tim riset TTRM juga mengatakan jika di lakukan penggalian di Situs Gunung Padang ini besar kemungkinan akan di temukan bangunan yang besarnya mencapai 3 kali lipat dari Candi Borobudur.

4. Menggambarkan Peradaban Dengan Teknologi Paling Tinggi Di Masanya

- Advertisement -

Berbagai hasil riset yang sudah di lakukan hingga saat ini menunjukkan bahwa arsitektur bangunan pada Situs Megalitikum Gunung Padang memiliki teknologi yang sangat maju di zamannya. Jika dinilai dari usianya yang mencapai 25.000 tahun maka bisa di katakan situs ini adalah yang paling purba dengan teknologi yang paling maju.

Coba Sobat bayangkan sebuah bangunan yang di bangun di atas bukit dengan ketinggian mencapai 885 mdpl. Bangunan tersebut di bangun dengan menumpuk-menyusun sedemikian rupa batu-batuan besar berbentuk persegi hingga menjadi sebuah bangunan dengan desain bertingkat-tingkat yang rumit. Menumpuk dan menyusun batu hingga membentuk sebuah bangunan dengan desain yang terstruktur tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Diperlukan perhitungan matematis dan rancangan yang tepat untuk menyusun ribuan batu hingga membentuk sebuah bangunan serumit dan semegah itu.

Coba bayangkan teknologi apa yang sudah mereka miliki pada masa itu sehingga bisa membangun Situs Megalitikum terbesar di dunia ini. Jika di lakukan pada zaman sekarang mungkin kita akan membutuhkan komputer, alat-alat berat, arsitek-arsitek handal dan teknologi pendukung lainnya. Dan mereka sudah melakukannya 25.000 tahun yang lalu !

5. Batu-batu Kolom Di Situs Gunung Padang Di Rekatkan Dengan Semen Purba

Salah satu bukti bahwa Situs Gunung Padang ini di bangun dengan teknologi yang sudah sangat tinggi adalah temuan semen purba yang di gunakan sebagai perekat dan isian batu. Semen purba ini merupakan campuran dari tanah liat, besi, dan silika. Dari hasil temuan menunjukkan bahwa semen yang di gunakan untuk merekatkan batu-batuan di situs mengandung kadar besi hingga 45%. Padahal temuan-temuan semen purba sebelumnya biasanya hanya mengandung semen dengan kadar berkisar 3-4%. Atas dasar inilah sebagian peneliti menduga bahwa peradaban pada masa itu sudah sangat maju, mereka sudah mengetahui unsur besi yang dapat di gunakan untuk merekatkan batu.

6. Hasil Riset Gunung Padang Dapat Mengubah Sejarah Dunia

Sejarah peradaban tertua di dunia selalu mengarah pada peradaban bangsa-bangsa di Mesopotamia dan Mesir. Bahkan sering di sebutkan jika peradaban manusia di seluruh dunia berawal dari sana. Hal ini di dukung dengan temuan peninggalan sejarah peradaban manusia paling kuno yang di perkirakan berusia sekitar 10.000 – 7.000 SM.

Jika nanti memang terbukti secara ilmiah dengan berbagai riset yang di lakukan bahwa usia peradaban di Situs Gunung Padang ternyata lebih tua dari 25.000 SM, maka sejarah dan peta peradaban dunia akan berubah. Bukan lagi di Mesopotamia atau Mesir yang menjadi awal peradaban manusia di dunia, melainkan di Indonesia.

7. Situs Gunung Padang Lebih Tua Dari Piramida Giza Di Mesir

Piramida   Giza di Mesir yang merupakan satu dari 7 keajaiban dunia ini selama ini di anggap sebagai bangunan piramida tertua di dunia. Sering juga di sebutkan sebagai pusat peradaban tertua di dunia. Namun tahukan Anda jika bangunan ini hanya berusia 2560 SM? Kalah jauh jika banding dengan hasil penelitian di Gunung Padang yang menunjukkah hasil lebih tua dari 25.000 SM.

Bagaimana Sobat…menarik bukan…terkait fakta Situs Gungung Padang. semoga saja penelitian terhadap Situs Gungung Padang cepat rampung, sehingga fakta-fakta diatas tidak hanya menjadi sebuat opini saja.

Anda mungkin juga berminat
3 Komen
  1. Sumber Sejarah berkata

    Bangga menjadi orang indonesia !
    Yang mau saya tanyakan, apakah riset tersebut masih dilakukan sampai sekarang? Dan langkah selanjutnya itu seperti apa?
    Sangat disayangkan kalau peninggalan seperti itu terbengkalai dan tidak ada tindakan dari pemerintah.

  2. Galih widianto berkata

    Fakta ini membuktikan bahwasanya dari jaman dulu nenek moyang kita indonesia sudah memiliki pengetahuan yang sudah cukup maju

    1. Usman berkata

      setuju gan….semoga faktanya tdk hanya cerita saja…

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.