10 Buah yang Baik Dikonsumsi Saat Sahur untuk Energi dan Imunitas

Santap sahur adalah momen penting untuk mengawali ibadah puasa Ramadhan. Melewatkan makan sahur sama saja melewatkan kesempatan mengisi bekal energi untuk modal puasa seharian hingga magrib.

Santap sahur sebaiknya diisi dengan aktivitas mengonsumsi makanan bergizi, termasuk buah. Mengonsumsi buah-buahan baik dilakukan karena bahan makanan ini terbukti mengandung banyak nutrisi, vitamin, serat, dan air untuk tubuh.

Nutrisi dan vitamin tersebut tak hanya berfungsi sebagai sumber tenaga, tapi juga dapat bermanfaat untuk menjaga tubuh agar tetap sehat atau tidak mudah terserang penyakit meski tidak makan dan minum hampir seharian.

10 Buah yang Baik Dikonsumsi Saat Sahur

Agar puasa berjalan lancar ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Seperti menyetok beberapa jenis buah yang mengandung banyak air, vitamin, dan serat untuk dikonsumsi saat sahur maupun buka puasa. Berikut beberapa jenis pilihan buah yang baik dikonsumsi disaat Ramadhan :

1. Semangka

Banyak yang telah mengetahui kalau semangka mengandung air yang tinggi. Setiap gigitannya pasti mengeluarkan air dengan rasa buah yang manis menyegarkan. Buah ini juga sangat enak disantap saat cuaca panas.

Hampir 91 persen bagian buah semangka terdiri dari air. Kandungan airnya setara 140,8 mililiter per cangkir atau 91,5 mililiter air per 100 gram.

2. Melon

Saat bulan puasa, melon sangat mudah ditemui. Buah berbentuk bulat dengan warna daging buah kuning pucat ini memiliki rasa manis dan beraroma harum.

Karena kandungan airnya yang banyak, melon juga sangat menyegarkan dahaga kalau dikonsumsi saat puasa. Mengandung 90 persen air atau setara dengan 159,6 mililiter air per cangkir dan 90,2 mililiter air per 100 gram.

3. Pepaya

Pepaya sangat mudah ditemui di Indonesia. Buah berwarna oranye ini harganya juga terjangkau, sehingga bisa dijadikan stok di rumah saat puasa.

Kandungan airnya sebanyak 88 persen atau 88,1 mililiter per 100 gram, sehingga cukup baik dikonsumsi untuk menghidrasi tubuh.

Pepaya terbukti mengandung banyak nutrisi, seperti :

  • Beta karoten
  • Vitamin C
  • Vitamin E
  • Cryptozanthin
  • Carotenoid lain
  • Antikarsinogenik
  • Antioksidan

Pepaya mengandung antioksidan yang membentuk kekebalan dari vitamin dan phytonutrient yang potensial membantu menetralkan radikal bebas. Pepaya juga mengandung enzim papain, dapat membersihkan saluran pencernaan dan membantu imunitas secara umum. Bagi yang berpuasa, konsumsi buah papaya saat sahur bisa menjadi salah satu cara untuk menghindari sembelit karena potensi kekurangan cairan.

4. Apel

Buah apel termasuk buah yang mengandung serat tinggi sehingga bisa memberikan rasa kenyang lebih lama saat berpuasa. Kandungan air pada buah apel sebanyak 86 persen. Jumlahnya setara dengan 107 mililiter air per cangkir atau 85,6 mililiter air per 100 gram.

Kandungan pectin dalam apel bahkan dapat membantu mengontrol kadar kolesterol dan gula darah dalam tubuh. Mengingat zat gizi konsentrat ada di bawah kult buah, maka dianjurkan makan apel tanpa dikupas atau dibuat jus tanpa dikupas.

Selain itu, memakan apel segar juga bermanfaat bisa membersihkan gigi dan baik untuk gusi. Jika makan apel segar, sebaiknya setelah dimakan atau terpaksanya dikupas, segera dihabiskan. Jika tidak, akan terjadi oksidasi yang akan memberi warna cokelat pada apel sehingga kurang menarik lagi untuk dikonsumsi.

5. Pisang

Melansir Buku Jus Buah & Sahur Peningkat Daya Tahan Tubuh (2020) oleh Tuti Soenardi, buah pisang mengandung gula yang bisa cepat masuk dalam aliran darah kalau dikonsumsi dan cepat menjadi sumber tenaga.

Selain itu, pisang

merupakan sumber kalium yang sangat penting untuk semua fungsi sel dalam tubuh. Karena nutrisi ini, buah pisang bersama kandungan mineral lainnya dianggap berguna untuk fungsi otot dan saraf. Tak hanya itu, pisang juga menjadi bahan makanan sumber vitamin B6, kalsium, folat, zat besi, seng, dan serat pectin yang dapat membantu mengeluarkan sisa toxin dari tubuh.

6. Alpukat

Alpukat termasuk buah yang kaya akan kandungan seratnya. Kandungan serat ini diketahui bermanfaat untuk memberikan efek kenyang yang lama, sehingga tubuh tidak mudah lapar saat berpuasa.

Selain itu, serat juga berfungsi untuk merawat sistem pencernaan. Fungsi ini penting untuk menghindari risiko penyakit pencernaan seperti sembelit selama masa puasa. Kandungan lemak tak jenuh yang dimiliki alpukat juga dapat membantu tubuh untuk mengontrol kadar kolesterol.

7. Kurma

Kurma termasuk buah yang mengandung banyak serat. Kecukupan serat penting bagi kesehatan tubuh. Serat dapat melancarkan saluran pencernaan dengan mencegah sembelit. Sehingga, jadwal buang air besar lebih teratur.

Dalam sebuah studi, 21 orang yang mengonsumsi 7 butir kurma per hari selama 21 hari pencernaannya lebih lancar ketimbang orang yang tidak makan kurma. Selain itu, serat dalam kurma juga berpotensi mengontrol gula darah.

8. Jeruk

Jeruk dikenal sebagai buah yang kandungan vitamin C nya tinggi. Selain itu, ternyata jeruk juga kaya air. Jeruk enak dikonsumsi begitu saja ataupun diperas. Kandungan airnya mencapai 87 persen. Setara dengan 156,2 mililiter per cangkir atau 86,8 mililiter air per 100 gram.

9. Mangga

Adanya kandungan vitamin A dan vitamin C, serta serat, kandungan air menjadikan mangga memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk menjadi sumber energi, hingga melancarkan proses detoks tubuh selama berpuasa. Mangga juga terbukti sangat kaya akan antioksidan, betakaroten, dan vitamin C yang bisa mendorong kekebalan, mempertahankan, dan melindungi tubuh dari kerusakan sel maupun serangan penyakit.

10. Jambu Biji

Jambu biji merah terbukti kaya akan kandungan vitamin C. Vitamin ini seperti diketahui, adalah antioksidan kuat yang dapat memperpanjang sistem kekebalan tubuh.

Dengan demikian, buah ini cocok dikonsumsi tak hanya saat buka puasa, tapi juga sahur untuk mepertahakan kesehatan selama berpuasa. Selain vitamin C, jambu biji juga mengandung kalium, lycopene, antikarsinogenik yang baik untuk tubuh.

Nutrisi dan vitamin tersebut tak hanya berfungsi sebagai sumber tenaga, tapi juga dapat bermanfaat untuk menjaga tubuh agar tetap sehat atau tidak mudah terserang penyakit meski tidak makan dan minum hampir seharian.